Member Area
Anda harus login untuk mengakses member area
Username
Password
[ Daftar ] [ Lupa Password ] [ Aktifasi ]
 
Jajak Pendapat
Pilihlah mata pelajaran yang paling Anda sukai!
Matematika
Fisika
Kimia
Biologi
Ekonomi-Akuntansi
Sosiologi
Geografi
Sejarah
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Bahasa Jepang
Bahasa Jerman
Pendidikan Kesenian
Penjaskes
T I K
Pendidikan Agama
Antropologi
Sastra Indonesia
Pertanian (Mulok)
Tataboga (Mulok)
Seni Proyeksi
[ Lihat Hasil Jajak Pendapat ]
 
Statistik Anggota
Jumlah anggota 196 anggota.
Anggota terbaru FERRY SAEFUL ROHMAN
 
Statistik Pengunjung
Anda pengunjung ke 120821
Jumlah Pengunjung online 1
[ 1 tamu ]
Hari ini : 972 Pengunjung
Kemarin : 315 Pengunjung
Bulan ini : 2871 Pengunjung
 
Link Keluar
: : Departemen Pendidikan
: : Kabupaten Blitar
: : SMA Negeri 1 Srengat Online
: : SMA Negeri 1 Talun Online
: : SMA Negeri 1 Sutojayan Online
: : SMA Negeri 1 Ponggok Online
: : Cybermandiri Web Desain
: : Alumni SMAN 1 Kesamben Online
: : Universitas Negeri Malang
: : Universitas Negeri Surabaya
: : Universitas Brawijaya Malang
: : Institut Teknologi Surabaya
: : Universitas Airlangga Surabaya
: : Universitas Gajahmada Yogyakarta
: : Universitas Indonesia
: : Institut Teknologi Bogor
: : Institut Pertanian Bogor
: : Universitas Negeri Jember
: : LPMP Jawa Timur
: : Surat Kabar Jawa Pos
: : Universitas 11 Maret Surakarta
: : Universitas Diponegoro
: : Universitas Negeri Yogyakarta
: : Universitas Udayana Bali
: : Universitas Padjadjaran Bandung
: : Universitas Islam Negeri Malang
: : IAIN Sunan Ampel Surabaya
: : Universitas Islam Negeri Jakarta
: : Universitas Islam Negeri Yogyakarta
: : Indonesian Air Force Academy
: : Akademi Angkatan Laut
: : Akademi Militer Magelang
: : Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
: : Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
: : STIE Kesuma Negara
: : Sertifikasi Guru
: : Direktorat Pembinaan SMA
: : Buku Sekolah Elektronik
: : Republik Indonesia
: : Presiden RI SBY
: : DPR RI
: : Edukasi Net
: : Poltekes Malang
: : Metro TV
: : SCTV
: : Belajar Matematika
: : Komputer dan Matematika
: : Karya Harun Yahya
: : Al Quran dan Sunnah
: : EF English First
: : Perpustakaan Online
: : Ampindo Blitar
 
TETAP PERLU KURIKULUM
: : 23 April 2008 : :
HOMESCHOOLING tetap membutuhkan kurikulum. Standarnya mengacu pada kurikulum nasional yang sedang berlaku. Meski demikian, homeschooler tak perlu kaku hanya menerapkan satu kurikulum. "Orang tua boleh memilih kurikulum yang sesuai dengan anaknya," kata Helen Ongko, kepala Morning Star Academy (MSA) yang merupakan komunitas homeschooler di Jakarta dan Surabaya. Menurutnya, kurikulum diperlukan sebagai panduan bagi anak dalam belajar. Di homeschooling, tidak semua mata pelajaran dalam Kurikulum harus dibebankan kepada anak-anak. Mereka bebas mempelajari apa yang disukai, asalkan tetap mengikuti tata tertib dan disiplin yang telah disepakati bersama orang tua. "Kurikulum dari negara manapun boleh. Sebab, salah satu tujuan homeschooling adalah mengetahui minat anak, kemudian mengarahkannya dengan benar," tegasnya. Selain kurikulum, para homeschooler juga harus memikirkan pentingnya bersosialisasi. Seto Mulyadi dari Asosiasi Sekolah Rumah Pendidikan Alternatif (Asah Pena) Jawa Timur memberikan beberapa alternatif penerapan homeschooling yang bukan individual. Misalnya, homeschooling majemuk yang dilaksanakan dua keluarga atau lebih untuk kegiatan tertentu. Sementara, kegiatan pokok tetap dilaksanakan orang tua masing-masing. "Selain untuk bersosialisasi, para keluarga juga bisa memikirkan kurikulum bersama," tuturnya. Gabungan beberapa home schooling majemuk juga bisa menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok, dan jadwal pembelajaran. Komitmen penyelenggaraan pembelajaran antara ornag tua dan komunitasnya kurang lebih 50:50. Meski demikian, bukan berarti homeschooling tidak sarat dengan kendala. Misalnya homeschooling tunggal. Model ini memiliki tantangan seperti sulitnya memperoleh dukungan atau tempat bertanya, berbagi, dan berbanding keberhasilan. Anak juga terancam kurang tempat sosialisasi untuk mengekspresikan diri sebagai syarat pendewasaan. "Karena itu, orang tua harus melakukan penilaian hasil pendidikan dan mengusahakan penyetaraannya," jelasnya. Tantangan yang siap menghadang home schooling majemuk adalah kompromi dan fleksibilitas jadwal, suasana dan fasilitas pembelajaran, serta kebutuhan akan adanya ahli bidang tertentu. Selain itu, anak-anak juga harus menyesuaikan atau menerima lingkungan lainnya dengan menerima perbedaan-perbedaan sebagai proses pembentukan jati diri. Karena itu, orang tua masing-masing penyelenggara homeschooling harus menyelenggarakan sendiri penyetaraannya. Untuk komunitas homeschooling, tantangannya mirip dengan model majemuk. Anak-anak dengan keahlian atau kegiatan khusus harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan lainnya dan menerima perbedaan-perbedaan sebagai proses pembentukan jati diri. Dalam model ini, orang tua harus tetap tetap ada untuk mendampingi. (sumber: Jawa Pos)
[ Kembali ]
 
Komentar - komentar
Nama
Lokasi
Email
Web
Kode
Komentar
 
 
   
Kursus Bahasa Inggris EF English First
   
   
Hak Cipta © By SMA Negeri 1 Kesamben Kesamben Blitar Developed By Cybermandiri
Telp 0342-331397 Email info[at]sman1kesamben[dot]com