|
| |
|
| |
|
| |
| Statistik Pengunjung |
Anda pengunjung ke 96728
Jumlah Pengunjung online
5
[ 5 tamu ]
Hari ini :
294 Pengunjung
Kemarin :
566 Pengunjung
Bulan ini : 8814 Pengunjung |
|
| |
|
|
| |
| DISKUSI ILMIAH: KESEHATAN SEK, REPRODUKSI REMAJA DAN NARKOBA |
: : 23 April 2008 : :
KESAMBEN. Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR), kurangnya informasi mengenai kesehatan sek, reproduksi, masalah pergeseran perilaku seksual remaja, pelayanan kesehatan yang buruk. Dalam sambutannya Drs. Budiono, Kepala SMA Negeri 1 Kesamben mengatakan: “untuk hal yang sangat sederhana saja harus diperhatikan (1) merawat kesehatan di sekitar daerah pribadi, (2) menjaga kebersihan pakaian dalam; setiap dua hari sekali harus ganti, (3) pemilihan bahan; usahakan bahan yang menyerap keringat , yaitu bahan dari katun, (4) perhatikan masalah ukuran, jangan terlalu ketat yang dapat menyebabkan lecet atau luka pada permukaan alat vital dan sebagainya. Pengetahuan siswa tentang reproduksi masih sangat rendah; mereka sering kali beranggapan kalau hanya satu kali hubungan intim tidak akan dapat menyebabkan kehamilan. Terkait dengan masalah Narkoba, beliau menjelaskan “masalah narkotika pada dasarnya adalah masalah medis bukan masalah crime (kriminal); namun akan menjadi kriminal karena dua sebab (1) pemakaian over dosis, dan (2) distribusi illegal.
Pada kesempatan yang lain Bapak Yatmin, Nara sumber dari Polsek Kesamben menjelaskan tentang narkoba ditinjau dari segi historis mulai dari peristiwa di Inggris, Jerman, Amerika, China, dan juga beliau memberikan beberapa contoh pengalaman nyata terkait dengan masalah penyalahgunaan narkotika.
Nara sumber dari Puskesmas Kesamben banyak menjelaskan hal-hal yang terkait dengan masalah kesehatan sek, reproduksi remaja.
Kegiatan ini digelar oleh OSIS SMA Negeri 1 Kesamben yang diikuti oleh beberapa siswa dari perwakilan kelas, Wakil Kepala Sekolah, Pembina OSIS dalam rangka follow up setelah dibentuknya SATGAS Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di sekolah ini. Tujuan memberikan pemahaman dan kesadaran para siswa-siswa, generasi muda, masyarakat terutama bahaya dan dampak negatif penyalahgunaan narkoba tersebut. Juga, untuk meningkatkan pemberdayaan dan terjalinnya kemitraan dengan semua pihak, baik lembaga swadaya masyarakat, lembaga pemerintahan, dan organisasi nasional kemanusiaan lainnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. (bn)
[ Kembali ] |
|
| |
|
| |
| |
|
| |
|
|
 |
| |
|
|