|
| |
|
| |
| Statistik Anggota |
Jumlah anggota 49 anggota.
Anggota terbaru elis krisnawati |
|
| |
| Statistik Pengunjung |
Anda pengunjung ke 72560
Jumlah Pengunjung online
5
[ 5 tamu ]
Hari ini :
169 Pengunjung
Kemarin :
227 Pengunjung
Bulan ini : 1477 Pengunjung |
|
| |
|
|
| |
| KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA |
: : 23 April 2008 : :
POINTERS TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN BLITAR PADA ACARA SOSIALISASI KRR
(1) Salah satu Program Kesehatan Reproduksi yang mendapat perhatian serius dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar adalah kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), hal ini didasarkan atas kondisi dan situasi Remaja sebagai berikut :
• Jumlah Remaja berusia 10 – 19 tahun di Kabupaten Blitar masih cukup besar (18,65 %) dari total penduduk sebesar 1.064.645
• Umur kawin pertama usia remaja < 20 tahun di Kabupaten Blitar sebesar 13,60 % dari jumlah penduduk yang ada
• Adanya sebagian remaja yang terlibat kasus narkoba, miras dan mengalami hamil diluar nikah atau kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) akibat rendahnya Pengetahuan remaja soal Kesehatan Reproduksi Remaja
(2) Menurut Hasil Survey Kesehatan Reproduksi Remaja secara Nasional (SKRRI, BPS 2004) Tingkat pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi nampaknya cukup memprihatinkan. Ada 86 % remaja, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak mengerti tentang kapan terjadinya masa subur. Disamping itu hanya 1 (satu) diantara remaja kita yang mengetahui adanya kemungkinan hamil apabila melakukan hubungan seks meskipun cuman sekali. Selanjutnya hasil penelitian itu juga menunjukkan 21 – 30 % Remaja Indonesia telah melakukan hubungan seks pra nikah. Ini adalah data yang terungkap.
Beberapa pakar berpendapat bahwa angka yang diperoleh melalui penelitian ini hanyalah puncak dari Gunung Es, yang kakinya masih terbenam dalam samudera.
Gambaran di atas mengindikasikan bahwa pemahaman remaja terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja masih Rendah.
(3) Pendekatan yang bisa dilakukan diantaranya institusi sekolah, Pramuka, Kelompok kegiatan Remaja, Kelompok Sebaya (Peer Group), Penyuluhan dan Sosialisasi KRR.
Disamping itu kehidupan Remaja juga dipengaruhi oleh teman sebaya, baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Pada Institusi tersebut perlu ditumbuhkan peer educator atau peer coselor yang terwadahi dalam Pusat Informasi dan Konsultasi Reproduksi Remaja ( PIK KRR ) sebagai wadah bagi para remaja untuk memperoleh informasi dan pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja.
(4) Berkaitan dengan hal tersebut, ada empat alasan mengapa Program kesehatan Reproduksi Remaja perlu dilaksanakan, yaitu :
• Saat ini jumlah Remaja usia 10 – 19 tahun di Indonesia sekitar 22 % atau sekitar 44 juta jiwa. Artinya satu dari lima penduduk Indonesia berusia Remaja.
• Angka Aborsi dikalangan Remaja mencapai 700 – 800 kasus per tahun. Tingkat kelahiran dikalangan remaja mencapai 11 % dari seluruh kelahiran
• Hanya 55 % Remaja yang mengetahui proses kehamilan dengan benar, 42 % mengetahui tentang HIV AIDS dan 24 % mengetahui tentang PMS ( PENYAKIT MENULAR SEKS)
• Remaja, dalam hitungan tahun akan menjadi orang tua, pendidik, contoh dan panutan bagi anak-anaknya kelak.
Bila kondisi ini tidak disiapkan, siapa lagi yang peduli masa depan mereka ?
(5) Organisasi Intra Sekolah (OSIS) tingkat SLTA adalah wadah Generasi bangsa merupakan wahana penting untuk menangkal berbagai potensi negatif yang berkembang dimasyarakat khususnya generasi muda/ remaja yang perlu mengetahui tentang Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja.
(6) Dalam rangka untuk ikut membantu Remaja mengetahui Kesehatan Reproduksinya, maka Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar mengadakan sosialisasi KRR dengan tujuan dapat meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksinya dan diharapkan dapat merubah perilaku Remaja yang tidak sehat menjadi lebih lebih sehat.
TIM PENGGERAK PKK KAB. BLITAR
[ Kembali ] |
|
| |
|
| |
| |
|
| |
|
|
 |
| |
|
|