: : 10 Mei 2008 : :
Profil dan Profesi Tenaga Kependidikan
Oleh: Kadis, S.Pd, M.Pd
A. Penelitian Tentang Profesi Guru Dalam Berbagai Aspek
Profil Kompetensi
Penampilan guru dalam melakukan tugasnya sesuai kemampuan yang dipersyaratkan.
Spektrum Kompetensi
Variasi kuantitatif dan kualitatif perangkat kompetensi yang dimiliki oleh korps tenaga kependidikan yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas kependidikan.
Yang membentuk profil kompetensi professional tenaga kependidikan :
- Kompetensi personal
- Kompetensi social
- Kompetensi professional
Kompetensi Guru
- Aspek kemampuan
- Aspek kepribadian
- Aspek perilaku guru
Kompetensi guru yang dikembangkan oleh California council on teacher education, ada 6 (enam):
- Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan belajar siswa
- Membimbing siswa agar mereka dapat mengerti diri mereka sendiri
- Menolong siswa mengerti dan mewujudkan nilai-nilai budaya bangsa sendiri
- Berpatisipasi secara efektif dalam segala kegiatan sekolah
- Membantu memelihara hubungan antara sekolah dan masyarakat
- Bekerja atas dasar tingkat professional.
Witty berpendapat tentang sifat-sifat yang tidak disukai dari seorang guru:
- Sifat-sifat guru yang baik;
- Mau bekerjasama dan demokratis
- Ramahtamah dan suka mendengarkan orang lain
- Sabar
- Luas pandangan dan menaruh perhatian pada orang lain
- Penampilan pribadi yang menyenangkan dan sopan santun
- Jujur
- Suka humor
- Kemampuan kerja yang baik dan konsisten
- Menaruh perhatian pada problem-problem siswa
- Fleksibel dalam cara mengajar
- Bisa menggunakan pujian dan mau memperbaiki
- Pandai sekali dalam mengajar pada bidang studi.
- Sifat-sifat yang tidak disukai;
- Temperamen yang buruk
- Tidak beres dan suka mencari popularitas murahan
- Tidak pernah menolong siswa
- Kurang rasional dan kurang realistis
- Suka bicara yang tidak benar dan kurang realistis
- Terlalu kasar dan kejam
- Penampilan yang kurang menarik
- Kurang fleksibel
- Cenderung untuk berbohong
- Suka menjatuhkan siswa
- Terlalu berlebih-lebihan
- Kurang humor.
B. Penelitian tentang perilaku guru sebagai suatu profesi
Hasil penelitian tentang perilaku guru dalam menghadapi situasi kehidupannya sebagai guru(reaksi guru terhadap tugas mereka, kondisi lingkungan hidupnya, suasana keluarga, gaji dan profesi, kondisi sekolah serta beban kerja mereka (dalam Sahertian,P.A, 1994):
Hanya sebagian saja guru merasa puas sebagai guru yang professional
Kepuasan professional ditentukan lamanya pengalaman mengajar
Kepuasan guru hanya terdapat pada mereka yang sungguh-sungguh mencintai pekerjaan mengajar
Guru-guru akan lebih puas dalam kerja bila; (a) perlengkapan dan suasana perbaikan yang terencana baik, (b) biaya dan keuangan untuk membantu kelancaran mengajar, (c) cukup tersedia waktu untuk kegiatan ekstra kurikuler, dan (d) memperoleh bantuan dari atasan mereka dalam bidang administrasi maupun supervise pendidikan.
Guru merasa puas dalam jabatan bila mereka punya kepastian terhadap jaminan hidup masa depan.
Guru-guru akan merasa puas bila lingkungan masyarakat sekitarnya mampu membantu iklim kehidupan social yang menyenangkan; misalnya pandangan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
Guru-guru yang sudah berumah tangga akan menunjukkan rasa kepuasan kerja lebih baik dari guru yang belum berumah tangga.
Hasil penelitian tentang kinerja guru dalam konteks pembinaan (Kimball Wilesw, dalam Sahertian, 1994) :
- Kepuasan kerja guru sangat ditentukan oleh kondisi hidup, kondisi keluarga, gaji dan jaminan hidup, kondisi sekolah dan beban mengajar guru.
- Pertumbuhan pribadi guru juga ditentukan oleh pengaruh para Pembina di lingkungan pendidikan, guru merasa bertumbuh secara pribadi sangat ditentukan oleh irama perilaku pemimpin yang menyenangkan dan penampilan pemimpin.
- Dalam kaitan dengan pengaruh kepemimpinan, dikemukakan juga lembaga-lembaga kemanusiaan. Hubungan kemanusiaan bersumber pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia (Maslow, 1960).
C. Penelitian tentang kompetensi personal guru
Salah satu kemampuan pribadi guru adalah sikap mandiri yang berakar pada kepercayaan pada diri sendiri. Kimbal Willes menyarankan perlu diterapkan pada guru tumbuhnya rasa percaya diri sehingga akan tumbuh rasa cinta pada jabatan guru yang pada akhirnya akan tumbuh rasa aman. Namun sebagai pribadi harus disadari dalam berbagai realita terdapat prototype guru, yang menurut kimbal Willes tipe-tipe guru tersebut terbagi atas:
- Guru yang malas; disebabkan antara lain gaji yang tidak cukup.
- Guru yang pudar; ditandai jarang tersenyum, kurang humor, sulit bergaul dan lainnya.
- Guru tua; karena sudah lamanya bekerja dan pekerjaannya sudah ter-internalisasi dalam hati sehingga guru seperti ini biasanya sukar dirubah.
- Guru yang kurang demokratis; ini dipengaruhi oleh adanya perlakuan yang berlebih-lebihan sehingga memperlakukan dirinya melebihi kebebasan orang lain.
- Guru yang suka menentang; ditandai karena kritisnya yang kurang diimbangi oleh tingkat komitmen yna tinggi.
Menurut Glickman hasil analisisnya tentang prototype guru yang mendasarkan pada tingkat berpikir abstrak dan tingkat komitmen disimpulkan terdapat 4 (empat) tipe guru, yaitu :
- Guru Profesional; yaitu guru yang memiliki tingkat berpikir abstrak tinggi dan komitmen yang tinggi.
- Guru tukang kritik; yaitu guru yang memiliki abstrak tinggi dan komitmen yang rendah.
- Guru sibuk; yaitu guru yang komitmennya tinggi abstraksinya rendah.
- Guru acuh tak acuh; yaitu guru yang komitmen dan abstraksinya renda.
Masih banyak sebetulnya di lapangan julukan-julukan guru, namun yang pasti mari kita berupaya keras untuk menjadi guru yang efektif, guru yang berhasil, guru yang baik dan guru yang professional tentunya.
[ Kembali ] |