Member Area
Anda harus login untuk mengakses member area
Username
Password
[ Daftar ] [ Lupa Password ] [ Aktifasi ]
 
Jajak Pendapat
Bagaimana pendapat Anda tentang Front Pembela Islam (FPI)?
Perlu dibenahi agar menjadi organisasi moderat
Dibekukan sementara oleh Pemerintah
Dibubarkan saja
Dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang
Dibiarkan saja
[ Lihat Hasil Jajak Pendapat ]
 
Statistik Anggota
Jumlah anggota 28 anggota.
Anggota terbaru muhammad arif kurniawan
 
Statistik Pengunjung
Anda pengunjung ke 62463
Jumlah Pengunjung online 20
[ 20 tamu ]
Hari ini : 21 Pengunjung
Kemarin : 301 Pengunjung
Bulan ini : 5435 Pengunjung
 
Link Keluar
: : Departemen Pendidikan
: : Kabupaten Blitar
: : SMAN 1 Srengat
: : SMAN 1 Talun
: : SMAN 1 Sutojayan
: : SMAN 1 Ponggok
: : Cybermandiri Web Desain
: : Alumni SMA Negeri 1 Kesamben
: : Universitas Negeri Malang
: : Universitas Negeri Surabaya
: : Universitas Brawijaya Malang
: : Institut Teknologi Surabaya
: : Universitas Airlangga Surabaya
: : Universitas Gajahmada Yogyakarta
: : Universitas Indonesia
: : Institut Teknologi Bogor
: : Institut Pertanian Bogor
: : Universitas Negeri Jember
: : LPMP Jawa Timur
: : Surat Kabar Jawa Pos
: : Universitas 11 Maret Surakarta
: : Universitas Diponegoro
: : Universitas Negeri Yogyakarta
: : Universitas Udayana Bali
: : Universitas Padjadjaran Bandung
: : Universitas Islam Negeri Malang
: : IAIN Sunan Ampel Surabaya
: : Universitas Islam Negeri Jakarta
: : Universitas Islam Negeri Yogyakarta
: : Indonesian Air Force Academy
: : Akademi Angkatan Laut
: : Akademi Militer Magelang
: : Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
: : Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
: : Sertifikasi Guru
: : Direktorat Pembinaan SMA
: : Buku Sekolah Elektronik
: : Republik Indonesia
: : Presiden RI SBY
: : DPR RI
 
Profil Pendidik dan Tenaga Kependidikan
: : 10 Mei 2008 : :
Profil dan Profesi Tenaga Kependidikan
Oleh: Kadis, S.Pd, M.Pd
 
 
A. Penelitian Tentang Profesi Guru Dalam Berbagai Aspek
 
Profil Kompetensi

Penampilan guru dalam melakukan tugasnya sesuai kemampuan yang dipersyaratkan.

 
Spektrum Kompetensi

Variasi kuantitatif dan kualitatif perangkat kompetensi yang dimiliki oleh korps tenaga kependidikan yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas kependidikan.

 
Yang membentuk profil kompetensi professional tenaga kependidikan :
  1. Kompetensi personal
  2. Kompetensi social
  3. Kompetensi professional
 
Kompetensi Guru
  1. Aspek kemampuan
  2. Aspek kepribadian
  3. Aspek perilaku guru
 

Kompetensi guru yang dikembangkan oleh California council on teacher education, ada 6 (enam):

  1. Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan belajar siswa
  2. Membimbing siswa agar mereka dapat mengerti diri mereka sendiri
  3. Menolong siswa mengerti dan mewujudkan nilai-nilai budaya bangsa sendiri
  4. Berpatisipasi secara efektif dalam segala kegiatan sekolah
  5. Membantu memelihara hubungan antara sekolah dan masyarakat
  6. Bekerja atas dasar tingkat professional.
 

Witty berpendapat tentang sifat-sifat yang tidak disukai dari seorang guru:

 
  1. Sifat-sifat guru yang baik;
  1. Mau bekerjasama dan demokratis
  2. Ramahtamah dan suka mendengarkan orang lain
  3. Sabar
  4. Luas pandangan dan menaruh perhatian pada orang lain
  5. Penampilan pribadi yang menyenangkan dan sopan santun
  6. Jujur
  7. Suka humor
  8. Kemampuan kerja yang baik dan konsisten
  9. Menaruh perhatian pada problem-problem siswa
  10. Fleksibel dalam cara mengajar
  11. Bisa menggunakan pujian dan mau memperbaiki
  12. Pandai sekali dalam mengajar pada bidang studi.
 
  1. Sifat-sifat yang tidak disukai;
  1. Temperamen yang buruk
  2. Tidak beres dan suka mencari popularitas murahan
  3. Tidak pernah menolong siswa
  4. Kurang rasional dan kurang realistis
  5. Suka bicara yang tidak benar dan kurang realistis
  6. Terlalu kasar dan kejam
  7. Penampilan yang kurang menarik
  8. Kurang fleksibel
  9. Cenderung untuk berbohong
  10. Suka menjatuhkan siswa
  11. Terlalu berlebih-lebihan
  12. Kurang humor.
 

B. Penelitian tentang perilaku guru sebagai suatu profesi  

 

Hasil penelitian tentang perilaku guru dalam menghadapi situasi kehidupannya sebagai guru(reaksi guru terhadap tugas mereka, kondisi lingkungan hidupnya, suasana keluarga, gaji dan profesi, kondisi sekolah serta beban kerja mereka (dalam Sahertian,P.A, 1994):

Hanya sebagian saja guru merasa puas sebagai guru yang professional

Kepuasan professional ditentukan lamanya pengalaman mengajar

Kepuasan guru hanya terdapat pada mereka yang sungguh-sungguh mencintai pekerjaan mengajar

Guru-guru akan lebih puas dalam kerja bila; (a) perlengkapan dan suasana perbaikan yang terencana baik, (b) biaya dan keuangan untuk membantu kelancaran mengajar, (c) cukup tersedia waktu untuk kegiatan ekstra kurikuler, dan (d) memperoleh bantuan dari atasan mereka dalam bidang administrasi maupun supervise pendidikan.

Guru merasa puas dalam jabatan bila mereka punya kepastian terhadap jaminan hidup masa depan.

Guru-guru akan merasa puas bila lingkungan masyarakat sekitarnya mampu membantu iklim kehidupan social yang menyenangkan; misalnya pandangan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

Guru-guru yang sudah berumah tangga akan menunjukkan rasa kepuasan kerja lebih baik dari guru yang belum berumah tangga.

 

Hasil penelitian tentang kinerja guru dalam konteks pembinaan (Kimball Wilesw, dalam Sahertian, 1994) :

  1. Kepuasan kerja guru sangat ditentukan oleh kondisi hidup, kondisi keluarga, gaji dan jaminan hidup, kondisi sekolah dan beban mengajar guru.
  2. Pertumbuhan pribadi guru juga ditentukan oleh pengaruh para Pembina di lingkungan pendidikan, guru merasa bertumbuh secara pribadi sangat ditentukan oleh irama perilaku pemimpin yang menyenangkan dan penampilan pemimpin.
  3. Dalam kaitan dengan pengaruh kepemimpinan, dikemukakan juga lembaga-lembaga kemanusiaan. Hubungan kemanusiaan bersumber pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia (Maslow, 1960).
 

C. Penelitian tentang kompetensi personal guru

 

Salah satu kemampuan pribadi guru adalah sikap mandiri yang berakar pada kepercayaan pada diri sendiri. Kimbal Willes menyarankan perlu diterapkan pada guru tumbuhnya rasa percaya diri sehingga akan tumbuh rasa cinta pada jabatan guru yang pada akhirnya akan tumbuh rasa aman. Namun sebagai pribadi harus disadari dalam berbagai realita terdapat prototype guru, yang menurut kimbal Willes tipe-tipe guru tersebut terbagi atas:

  1. Guru yang malas; disebabkan antara lain gaji yang tidak cukup.
  2. Guru yang pudar; ditandai jarang tersenyum, kurang humor, sulit bergaul dan lainnya.
  3. Guru tua; karena sudah lamanya bekerja dan pekerjaannya sudah ter-internalisasi dalam hati sehingga guru seperti ini biasanya sukar dirubah.
  4. Guru yang kurang demokratis; ini dipengaruhi oleh adanya perlakuan yang berlebih-lebihan sehingga memperlakukan dirinya melebihi kebebasan orang lain.
  5. Guru yang suka menentang; ditandai karena kritisnya yang kurang diimbangi oleh tingkat komitmen yna tinggi.

Menurut Glickman hasil analisisnya tentang prototype guru yang mendasarkan pada tingkat berpikir abstrak dan tingkat komitmen disimpulkan terdapat 4 (empat) tipe guru, yaitu :

  1. Guru Profesional; yaitu guru yang memiliki tingkat berpikir abstrak tinggi dan komitmen yang tinggi.
  2. Guru tukang kritik; yaitu guru yang memiliki abstrak tinggi dan komitmen yang rendah.
  3. Guru sibuk; yaitu guru yang komitmennya tinggi abstraksinya rendah.
  4. Guru acuh tak acuh; yaitu guru yang komitmen dan abstraksinya renda.

Masih banyak sebetulnya di lapangan julukan-julukan guru, namun yang pasti mari kita berupaya keras untuk menjadi guru yang efektif, guru yang berhasil, guru yang baik dan guru yang professional tentunya.


[ Kembali ]
 
Komentar - komentar
Nama
Lokasi
Email
Web
Kode
Komentar
 
 
   
Kursus Bahasa Inggris EF English First
   
   
Hak Cipta © By SMA Negeri 1 Kesamben Kesamben Blitar Developed By Cybermandiri
Telp 0342-331397 Email info[at]sman1kesamben[dot]com