Member Area
Anda harus login untuk mengakses member area
Username
Password
[ Daftar ] [ Lupa Password ] [ Aktifasi ]
 
Jajak Pendapat
Pemilihan guru favorit SMA Negeri 1 Kesamben Periode II (mulai 29 Agustus 2008). Pilihlah guru terfavorit menurut kalian:
Drs. Hariyono
Drs. Wisono
Drs. Windaryono, M.M.
Mohammad Hassan Bisri, S.Ag
Drs. Hari Wahyudi
Drs. Supriyanto
Drs. Eko Budi Prasetyo
Drs. Kuswoko Hadi
Dra. Dwi Larasati
Dra. Winarsih
Suhartono, M.Pd
Entin Retnaningsih, S.Pd
Miskirah, S.Pd
Erni Ebhi Rohmatin, S.Pd
Drs. Widiyanto
Prawoto, S.Pd
Tri Sulistyowati, S.Pd.
Indah Ernawati, S.Pd
Mohammad Imron Rosyadi, S.Pd
Sutini, S.Pd
[ Lihat Hasil Jajak Pendapat ]
 
Statistik Anggota
Jumlah anggota 48 anggota.
Anggota terbaru Rizky Ridho Maghribi
 
Statistik Pengunjung
Anda pengunjung ke 72375
Jumlah Pengunjung online 4
[ 4 tamu ]
Hari ini : 211 Pengunjung
Kemarin : 292 Pengunjung
Bulan ini : 1292 Pengunjung
 
Link Keluar
: : Departemen Pendidikan
: : Kabupaten Blitar
: : SMAN 1 Srengat
: : SMAN 1 Talun
: : SMAN 1 Sutojayan
: : SMAN 1 Ponggok
: : Cybermandiri Web Desain
: : Alumni SMA Negeri 1 Kesamben
: : Universitas Negeri Malang
: : Universitas Negeri Surabaya
: : Universitas Brawijaya Malang
: : Institut Teknologi Surabaya
: : Universitas Airlangga Surabaya
: : Universitas Gajahmada Yogyakarta
: : Universitas Indonesia
: : Institut Teknologi Bogor
: : Institut Pertanian Bogor
: : Universitas Negeri Jember
: : LPMP Jawa Timur
: : Surat Kabar Jawa Pos
: : Universitas 11 Maret Surakarta
: : Universitas Diponegoro
: : Universitas Negeri Yogyakarta
: : Universitas Udayana Bali
: : Universitas Padjadjaran Bandung
: : Universitas Islam Negeri Malang
: : IAIN Sunan Ampel Surabaya
: : Universitas Islam Negeri Jakarta
: : Universitas Islam Negeri Yogyakarta
: : Indonesian Air Force Academy
: : Akademi Angkatan Laut
: : Akademi Militer Magelang
: : Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
: : Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
: : Sertifikasi Guru
: : Direktorat Pembinaan SMA
: : Buku Sekolah Elektronik
: : Republik Indonesia
: : Presiden RI SBY
: : DPR RI
: : Edukasi Net
 
Sambutan Kepala Sekolah pada Acara Halal bi Halal
: : 23 April 2008 : :
Sambutan pada Acara Halal bi Halal 1428 H
Keluarga Besar SMA Negeri 1 Kesamben
Oleh: Budiono
 
Assalamu alaikum w.w.
 
Yth. Bapak Ustad dr. Azhar
Yth. Sohibul bait Bapak Drs. Hari Wahyudi sekeluarga
Keluarga besar SMA Negeri 1 Kesamben, yang dicintai dan dimuliakan Allah SWT.
 
 
Mengawali sambutan ini tiada yang lebih afdol untuk saya sampaikan kecuali ucapan alhamdulillahir rabbil alamin; kita masih diijinkan oleh Allah SWT berjumpa dengan hari kemenangan ini; yaitu Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Banyak saudara kita yang ia telah melaksanakan puasa satu bulan penuh, namun ketika akan ikut merayakan hari kemenangan ini, ternyata ia keburu dipanggil Sang Khalik, apakah karena sakit, atau kecelakaan sewaktu sedang mudik atau sebab yang lainnya.
Kita memiliki hubungan baik vertikal maupun horisontal, untuk itulah mari kita manfaatkan momentum idul fitri ini untuk (1) minta maghfiroh kepada Allah SWT, (2) manfaatkan saling maaf-memaafkan kepada sesama manusia.
Untuk itu selaku pribadi dan keluarga, pimpinan institusi kami dengan ketulusan hati mengucapkan Taqobbalallohu minna wa minkum Taqobbalallohu ya karim, ja’alanallohu minal aidina wal faizin, mohon maaf lahir batin atas segala kekilafan-dosa. Mungkin ada janji yang tidak ditepati, ada ucapan yang menyakiti hati, ada sikap yang tidak menyenangkan, ada perilaku yang tidak pantas.
Tak dimungkiri, Idul Fitri bisa memiliki banyak makna bagi tiap-tiap orang. Ada yang memaknai Idul Fitri sebagai hari yang menyenangkan karena tersedianya banyak makanan enak, baju baru dan hadiah [bagi anak-anak]. Sebagian menganggapnya sebagai momentum yang tepat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga [bagi perantau]. Ada juga yang menilainya sebagai hari kemenangan yang harus diakhiri dengan pesta. Tak heran banyak yang rela melakukan perjalanan cukup jauh untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Barangkali yang penting kita ketahui adalah bagaimana sesungguhnya Rasulullah SAW memaknai Idul Fitri. Ada tiga pesan penting Rasululloh (1) Bersilaturahim kepada orang yang memutuskan tali silaturahim kepada mu, (2) bersedekahlah kepada orang yang bakhil kepadamu, dan (3) maafkanlah orang-orang yang berbuat zalim kepadamu.
Di saat yang lain ketika datang idul fitri Nabi Muhammad SAW beliau mengucapkan amin 3 x, Para sahabat terheran-heran, kemudian sahabat bertanya dan Nabi menjelaskan; bahwa Malaikat Jibril berdoa dan diminta beliau untuk mengamininya, dan doa tersebut berisi tiga hal, makanya beliau mengamini sebanyak 3 kali. Isi doa tersebut adalah sbb: (1) Ya Allah, jangan Engkau terima puasa dan ibadahnya anak-anak yang durhaka kepada ibu-bapaknya. (2) Ya Allah, jangan Engkau terima puasa dan ibadahnya istri yang durhaka kepada suaminya. (3) Ya Allah, jangan Engkau terima puasa dan ibadahnya orang islam (muslim) yang tidak mau memaafkan atau memberikan maaf kepada sesamanya.
IDUL Fitri merupakan pintu masuk umat manusia untuk kembali pada kesucian. Kesucian pikiran, jiwa, dan nurani. Tiga kesucian inilah yang menjadi pangkal keberadaan umat manusia menjadi bersih, putih ibarat jabang bayi yang baru lahir. Sebab dengan kebersihan pikiran, jiwa dan nurani, sebetulnya kita dituntut untuk senantiasa berlaku cerdas secara pikiran, beradab secara emosi, dan jernih secara spiritual.
Selama bulan Ramadhan umat Islam ditempa untuk menjadi orang penyabar, penyayang, belas kasih, ramah, tidak sombong, tidak angkuh, tidak menipu, serta tidak tergesa-gesa. Semua amalan ini menjadi bobot tersendiri dari orang berpuasa sehingga pada akhirnya orang yang berpuasa akan menjadi manusia pilihan dan benar-benar takwa hanya kepada Tuhan.
Mudah-mudahan puasa kita nilainya tidak nihil. Kalau tidak ada perubahan pikiran, emosi dan sikap spiritual, maka ini adalah kekalahan yang sempurna dari orang berpuasa.
Tetapi tidak berarti bahwa pasca-Ramadhan merupakan bulan-bulan "balas dendam", di mana pada bulan Ramadhan kita dilarang berbuat yang jahat, dan seterusnya memasuki bulan Syawal menjadi klimaks dari seluruh aktivitas yang pada bulan Ramadhan dikekang untuk melakukannya. Sama sekali tidak demikian, malahan Idul Fitri adalah titik tolak untuk merajut kehidupan yang lebih otentik, lebih bersih, lebih mencerminkan seorang yang saleh lahir batin, personal dan social.
Mengapa Idul Fitri menjadi titik tolak untuk menjadi manusia otentik? Sebab setelah sebulan penuh ditempa dengan latihan-latihan olah rasa, olahpikir dan olahrohani, seseorang harus menjadi manusia yang lebih bijaksana, penyayang, penyabar dan berjiwa sosial. Sebab, inilah bentuk paling minimal sebagai bukti jika puasanya bermanfaat untuk diri sendiri, sekaligus orang lain, yakni ketika kesalehan personal memancar pada kesalehan sosial.
Idul Fitri yang kita yakini sebagai pintu masuk menuju kebaikan hidup spiritual umat manusia, harus ditafsiri menjadi wahana memberdayakan masyarakat. Dengan kesadaran pembebasan, orang yang merayakan Idul Fitri akan bergegasuntuk menyambung silaturahim, yakni konsepsi tentang rekonsiliasi antarmanusia, sebab di antara sesama manusia seringkali ada perselisihan, pertentangan, bahkan bibit-bibit permusuhan yang disengaja maupun tidak. Kita harus berani melakukan lompatan pemahaman teologis, dari pemahaman teologi konservatif yang lebih mengutamakan kesalehan personal, menjadi kesalehan social yang sesungguhnya sangat dibutuhkan sekarang ini.
Dengan Idul Fitri, harus kita mulai sebagai awal dari kehidupan yang penuh kesantunan, penuh ketertiban, penuh kejujuran, penuh ketaatan, serta penuh solidaritas sosial antarsesama. Sebab hal inilah yang menjadi bagian terpenting dalam bulan Syawal, sebagai bulan peningkatan amal saleh, bukan bulan antiklimaks. Seandainya Idul Fitri sudah dipahami sebagai bagian dari proses penyadaran pikiran, emosi, dan nurani saya kira kita pantas merayakan Idul Fitri dengan suka cita.
Idul Fitri didahului puasa Ramadhan, karena itu sesungguhnya mengajarkan kepada kita untuk bersabar, tidak sombong, berlaku adil, bijaksana, tidak konsumtif, serta untuk bersikap dermawan. Sebab itulah, orang berpuasa sesungguhnya adalah latihan untuk menikmati kehidupan yang seringkali dialami oleh mereka yang masuk dalam kategori mustad'afin (orang-orang yang tertindas). Kaum mustad'afin adalahmereka yang berada dalam kondisi ketidakmampuan dan ketertindasan secara struktural, kultural, ekonomi, maupun agama.
Semoga amalan-amalan ibadah puasa akan terbawa dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga hidup ini akan menjadi semakin baik dan terus membaik, amin.
 
Wassalam,
 

[ Kembali ]
 
Komentar - komentar
Nama
Lokasi
Email
Web
Kode
Komentar
 
 
   
Kursus Bahasa Inggris EF English First
   
   
Hak Cipta © By SMA Negeri 1 Kesamben Kesamben Blitar Developed By Cybermandiri
Telp 0342-331397 Email info[at]sman1kesamben[dot]com